Home / Nasional / Dea Jadi Runner up 3 Mengusung Autisme

Dea Jadi Runner up 3 Mengusung Autisme

Dea Jadi Runner up 3 Mengusung Autisme – Runner up 3 Puteri Indonesia 2017, Dea Goesti Rizkita mempunyai narasi masalah anak dengan autisme. Terutama, dara 24 th. ini saat ini tengah meniti pendudukan S2 di jurusan psikologi.

Selasa (4/4/2017), Dea ikut datang dalam acara ‘Dream Big and Be YOU’ yang di adakan Dunia Healthcare Grup (MHG) bersama-sama London School Beyond Academy (LSBA) buat memperingati Autism Awareness Day yang jatuh tiap tiap lepas 2 April. Di sela-sela acara, ada seseorang anak yang mendadak tantrum.

Di selagi peserta lain yang terdiri dalam anak dengan autisme, orangtua, juga pembimbing, duduk, si anak wanita itu terus berdiri serta bersikeras pingin menyanyi. Diawalnya, peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tapi, sehabis dibujuk, sang anak mulai dapat mengontrol emosinya.

” Seandainya memandang anak yang tantrum gitu udah tidak kaget ya. Saya kan latar belakang pendidikannya psikologi serta saat ini lagi ambillah pendidikan S2. Jadi benar-benar sampai kini udah dekat dengan beberapa hal masalah autisme lantaran itu juga jadi salah satunya materi belajar, ” kata Dea dijumpai di RS Dunia Jakarta Selatan.

Runner up 3 Puteri Indonesia 2017, Dea Goesti Rizkita mempunyai narasi masalah anak dengan autisme. Terutama, dara 24 th. ini saat ini tengah meniti pendudukan S2 di jurusan psikologi.

Selasa (4/4/2017), Dea ikut datang dalam acara ‘Dream Big and Be YOU’ yang di adakan Dunia Healthcare Grup (MHG) bersama-sama London School Beyond Academy (LSBA) buat memperingati Autism Awareness Day yang jatuh tiap tiap lepas 2 April. Di sela-sela acara, ada seseorang anak yang mendadak tantrum.

Di selagi peserta lain yang terdiri dalam anak dengan autisme, orangtua, juga pembimbing, duduk, si anak wanita itu terus berdiri serta bersikeras pingin menyanyi. Diawalnya, peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya. Tapi, sehabis dibujuk, sang anak mulai dapat mengontrol emosinya.

” Seandainya memandang anak yang tantrum gitu udah tidak kaget ya. Saya kan latar belakang pendidikannya psikologi serta saat ini lagi ambillah pendidikan S2. Jadi benar-benar sampai kini udah dekat dengan beberapa hal masalah autisme lantaran itu juga jadi salah satunya materi belajar, ” kata Dea dijumpai di RS Dunia Jakarta Selatan.

Jadi, menurut Dea lumrah waktu anak dengana autisme mendadak teriak atau tantrum lantaran benar-benar ada pemicunya. Dea menuturkan, dahulu dianya sendiri sempat pula mengajar anak dengan bakat teristimewa di Denpasar. Cuma saja, selagi itu anak didik Dea berumur TK hingga SD.

” Ada pula kakak kelas saya serasi di SMP, dia individu dengan autism spectrum disorder serta dia sukses menuntaskan kuliahnya di Qatar. Saat ini dia lagi nyelesaiin S3-nya di Amsterdam. Itu mendorong saya sekali, ” kata Dea.

Dea mengaku masa-masa remaja termasuk juga pada anak dengan autisme sebagai zaman yang menantang untuk orangtua. Terutama, si remaja juga udah mulai masuk zaman puber. Dea berpesan buat banyak orangtua kalau anak-anak ‘unik’ ini dititipkan Tuhan ke orangtua yg tidak asal-asalan.

” Beberapa orangtua ini hebat, mereka dititipkan anak yang super unik. Nah, buat adik-adik dengan autisme, jangan sampai berhenti punya mimpi. Kalian juga dapat mempunyai skill yang lebih jago dari anak yang lain, ” kata Dea.

Ia juga mengingatkan penduduk buat tidak lagi jadikan autisme sebagai olok-olok. Contohnya, waktu seorang serius memainkan gadget-nya, jadi ia dimaksud autis.

” Ini bukanlah bahan bercandaan buat celaan seperti itu. Cobalah seandainya orangtua yang benar-benar mempunyai anak dengan autisme dengar, mereka dapat tersinggung. Oleh karena itu jangan sampai asal ngomong, ” pungkas Dea

About admin