Home / Berita Umum / Kasus Suap Jual Beli Jabatan Di Kementrian Agama

Kasus Suap Jual Beli Jabatan Di Kementrian Agama

Kasus Suap Jual Beli Jabatan Di Kementrian Agama – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin disebutkan terima uang Rp 70 juta dari Haris Hasanuddin. Uang itu dikasihkan lantaran Haris mau mendapat jabatan Kepala Kantor Lokasi Kementerian Agama Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jawa timur) .

Hal semacam itu dikatakan jaksa terhadap KPK waktu membacakan surat tuntutan buat Haris di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019) . Jaksa mengatakan Menag Lukman terima uang Rp 50 juta dari Haris di Hotel Mercure, Surabaya, Jawa Timur.

” Kami berikan bukti hukum seperti berikut, pada tanggal 6 Januari 2019 dalam rumah Muhammad Romahurmuziy alias Romy. Terdakwa memberi uang beberapa Rp 5 juta terhadap M Romahurmuziy. Tanggal 6 Februari 2019 tinggal dalam rumah Muhammad Romahurmuziy Terdakwa memberi uang beberapa Rp 250 juta. 1 Maret 2019 di Hotel Mercure Terdakwa memberi uang terhadap Lukman Hakim Saifuddin beberapa Rp 50 juta, uang itu bersumber dari beberapa kepala kantor Kementerian Agama di Jawa Timur, ” kata jaksa Abdul Basir.

Setelah itu, ucapkan jaksa Basir, pada 9 Maret 2019 ada pemberian dari Haris terhadap Menag Lukman sebesar Rp 20 juta. Uang itu dikasihkan lewat ajudan Menag Lukman, Heri Purwanto, di Tebu Ireng.

” Di persidangan, saksi Lukman Hakim memberi info yg pada intinya belum pernah terima uang sebesar Rp 50 juta di Hotel Mercure, Surabaya, serta cuma terima Rp 10 juta di Tebu Ireng yg diketahuinya sekian hari setelah itu dari ajudannya bernama Mukmin Timoro. Menurut penuntut umum info saksi Lukman Hakim itu cuma sebagai penambahan sepihak lantaran berseberangan dengan alat alat bukti, ” ujar jaksa Basir.

Masalah yg menangkap Haris berawal waktu dia ikuti proses seleksi jabatan Kakanwil Kemenag Jawa Timur. Tetapi Haris terkendala oleh ketentuan administrasi, ialah tidak bisa terima sangsi disiplin dalam 5 tahun paling akhir.

Oleh karena itu, Haris direkomendasikan Ketua DPP PPP Jawa timur Musyaffa Noer buat mengharap perlindungan ke Romahurmuziy alias Rommy jadi Ketua Umum PPP juga sekaligus anggota DPR. Rommy serta Menag Lukman saling berasal PPP.

” Atas pendapat Musyaffa Noer, pada tanggal 17 Desember 2018 terdakwa menjumpai Muchammad Romahurmuziy di tempat tinggalnya serta memberikan kemauannya jadi Kepala Kanwil Kementerian Agama Propinsi Jawa Timur yg karenanya terdakwa mengharap perlindungan Romahurmuziy buat memberikan hal tersebut terhadap Lukman Hakim Saifuddin, ” ujar jaksa.

Selanjutnya, jaksa menjelaskan Rommy memberikan Menag Lukman biar terus mengusung Haris jadi Kakanwil Kemenag Jawa timur. Menag Lukman disebutkan jaksa akan ‘pasang badan’ buat Haris.

” Seterusnya Romahurmuziy memberikan terhadap Lukman Hakim Saifuddin biar terus mengusung terdakwa jadi Kepala Kanwil Kementerian Agama Propinsi Jawa Timur dengan semua kemungkinan yg ada, yg dirasa terdakwa Lukman Hakim akan pasang tubuh, ” kata jaksa.

Haris Hasanudin awal mulanya dituntut 3 tahun penjara serta denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Haris dipercaya bersalah menyogok Rp 255 juta ke anggota DPR juga sekaligus bekas Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy.

About penulis77