Home / Berita Umum / KPK Buktikan Keterlibatan Pengacara Lucas Terkait Pelarian Eddy Sindoro

KPK Buktikan Keterlibatan Pengacara Lucas Terkait Pelarian Eddy Sindoro

KPK Buktikan Keterlibatan Pengacara Lucas Terkait Pelarian Eddy Sindoro – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjawab gugatan gak dapat menunjukkan keterkaitan pengacara Lucas dalam pelarian Eddy Sindoro, terduga perkara perkiraan suap pemulusan masalah di PN Jakarta Pusat.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan jaksa penuntut umum pada KPK udah menunjukkan keterkaitan Lucas dalam pelarian bekas bos Lippo Grup itu. Menurut Febri, jaksa telah mendatangkan 16 saksi serta 1 pakar untuk menunjukkan keterkaitan Lucas.

“Termasuk juga pakar digital akustik (pakar komparasi nada) untuk menegaskan beberapa suara beberapa pihak yang berkomunikasi berkenaan dengan masalah ini. Perkiraan komunikasi pada Lucas dengan Eddy Sindoro dan beberapa pihak beda termasuk juga bukti-bukti yang diserahkan di persidangan,” tutur Febri di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (19/2).

Febri yakini, pakar akustik yang telah didatangkan jaksa KPK di persidangan lebih valid dengan tehnis serta hukum untuk menunjukkan kebenaran kalau yang berkomunikasi serta merekomendasikan Eddy Sindoro kabur ke luar negeri ialah Lucas.

“Dalam proses penyelidikan sampai persidangan pun ssudah tersingkap akhirnya begitu menekankan, kalau nada pembicara (terdakwa Lucas) sama juga dengan nada dalam rekaman penyadapan yang diserahkan oleh KPK,” kata Febri.

Berkenaan dengan sangkaan kalau Lucas gak mempunyai keperluan dalam pelarian Eddy Sindoro, menurut Febri hal semacam itu telah dibuktikan di persidangan. Jaksa udah buka rekaman nada pada Lucas dengan Eddy Sindoro.

Bahkan juga, rekaman sopir pribadi Lucas lantas ikut dikasihkan ke majelis hakim jadi bukti. Dengan demikian, Febri mengatakan kalau keterkaitan Lucas dalam pelarian Eddy Sindoro semakin jelas.

“Dari bukti-bukti elektronik itu, JPU yakini rekan pada Lucas serta Eddy Sindoro itu, serta skema pengurusan perkara hukum (pelarian) pun dapat dibaca disana,” kata Febri.

Awal mulanya, Direktur Eksekutif KPK Watch Indonesia M Yusuf Sahide menyebutkan kalau jaksa KPK tidak berhasil menunjukkan tindakan halangi proses hukum yang disangka dilaksanakan Lucas.

Menurut Yusuf, sepanjang persidangan Lucas berjalan, yaitu semenjak November 2018 sampai Februari 2019, jaksa cuma konsentrasi pada info satu saksi, yaitu Sekretaris PT Gajendra Adhi Sakti, Dina Soraya Putranto.

Ke dua, menurut Yusuf, dalam persidangan Eddy Sindoro menegaskan tak pernah dibantu serta bicara dengan Lucas sepanjang Eddy ada di luar negeri. Rekaman penyadapan tidak juga dapat menunjukkan tindakan Lucas.

Lalu, menurut Yusuf, Lucas bukan kuasa hukum Eddy Sindoro, baik sebelum berubah menjadi terduga ataupun kala telah dijaring KPK. Bahkan juga, menurut Yusuf, alat bukti yang dimanfaatkan KPK menangkap Lucas begitu prematur.

“Maka itu sepanjang persidangan ini hingga Minggu terus, kami memandang gugatan KPK tdk ada alat bukti yang kuat. Jaksa tdk dapat menunjukkan tindakan Pak Lucas,” tutur Yusuf lewat tayangan wartawan di Jakarta, Selasa, 19 Februari 2019.

Pengacara Lucas didakwa menghambat penyelidikan Eddy Sindoro. Ia dimaksud minta dukungan Dina untuk mengendalikan pelarian Eddy Sindoro, yang kala itu berstatus terduga perkara perkiraan suap pemulusan masalah di PN Jakarta Pusat.

Lucas dijaring dengan Kasus 21 Undang-Undang Nomer 31 Tahun 1999 sama seperti udah di ubah dalam Undang-Undang Nomer 20 Tahun 2001 perihal Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Kasus 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

About admin