Home / Berita Umum / Merekam Percakapan Mesum Sang Kepala Sekolah Di Beri Hukuman 6 Bulan Penjara

Merekam Percakapan Mesum Sang Kepala Sekolah Di Beri Hukuman 6 Bulan Penjara

Merekam Percakapan Mesum Sang Kepala Sekolah Di Beri Hukuman 6 Bulan Penjara – Gara-gara merekam percakapan mesum sang kepala sekolah, Baiq Nuril staf honorer SMAN 7 Mataram diberi hukuman 6 bulan penjara oleh Mahkamah Agung (MA). Nuril dikatakan dapat di buktikan melanggar UU ITE.

Putusan kasasi Nuril diketuai majelis hakim agung Sri Murwahyuni, dengan anggota majelis hakim agung Maruap Dohmatiga Pasaribu serta hakim agung Eddy Army. Putusan diketok pada tanggal 26 September 2018.

“Terdakwa Baiq Nuril Maknun tertera di atas dapat di buktikan dengan cara resmi serta memberikan keyakinan bersalah lakukan tindak pidana tiada hak mendistribusikan serta atau mentransmisikan serta atau bikin bisa diaksesnya kabar elektronik serta atau dokumen elektronik yg punyai muatan yg melanggar kesusilaan,” jelas putusan kasasi yaang dilansir detikcom dari web PN Mataram, Minggu (11/11).

UU ITE yg disebut ialah Clausal 27 ayat (1) jo Clausal 45 ayat (1). Tersebut disini bunyi clausal yg disebut.

Clausal 27 ayat (1)
Tiap-tiap orang dengan berniat serta tiada hak mendistribusikan serta/atau mentransmisikan serta/atau bikin bisa diaksesnya Kabar Elektronik serta/atau Dokumen Elektronik yg punyai muatan yg melanggar kesusilaan.

Clausal 45 ayat (1)
Tiap-tiap orang yg penuhi unsur sebagimana disebut dalam clausal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), ayat (4) dipidana penjara sangat lama 6 tahun serta/atau denda sangat banyak Rp. 1.000.000.000.

Meskipun sebenarnya, pada Juli 2017, PN Mataram membebaskan Baiq Nuril. Hakim PN Mataram memandang tindakan Nuril tidak langgar UU ITE di clausal 27 ayat (1) jo Clausal 45 ayat (1) itu sama seperti dakawaan jaksa.

Sebab itu, kuasa hukum Nuril, Joko Jumadi, mengakui kaget dengan putusan MA itu. Ia bingung kenapa di kasasi client-nya justru dipenjara. Melalui kuasa hukumnya, Nuril mengatakan bakal menantang kasasi itu di tingkat Peninjauan Kembali (PK).

Masalah yg buat ramai tahun 2017 terus, dimulai disaat Nuril sebagai staf honorer di SMAN 7 di Mataram merekam percakapan M dengan dirinya sendiri pada 2012. M sendiri yaitu atasan Nuril, yang Kepala SMAN 7.

Dalam pembicaraan itu, M ceritakan jalinan badannya dengan seseorang wanita. Pembicaraan itu terbongkar serta tersebar di orang. M tdk terima serta memberikan laporan Nuril ke polisi pada 2015.

Selesai dua tahun berlalu, Nuril diolah polisi serta ditahan semenjak 27 Maret 2017. Nuril disangkakan melanggar Clausal 27 ayat 1 UU ITE. Ia lantas ditahan di tingkat penyelidikan sampai persidangan.

About admin