Home / Berita Umum / Tim Saber Pungli Temukan Adanya Pungutan Liar Yang Dilakukan Kepsek SMPN 2 Bandung

Tim Saber Pungli Temukan Adanya Pungutan Liar Yang Dilakukan Kepsek SMPN 2 Bandung

Tim Saber Pungli Temukan Adanya Pungutan Liar Yang Dilakukan Kepsek SMPN 2 Bandung – Kepala Sekolah SMPN 2 Bandung bersama dua orang staff TU (Tata Usaha) dilaporkan ke Team Satgas Saber Pungutan liar Jawa Barat. Mereka dikira memungut pungli untuk pembangunan taman di ruang sekolah.

Kepala Team Satgas Saber Pungutan liar AKBP Basman Saleh membetulkan ada pembangunan taman itu.

“Itu kan laporan orang, lantas dikontrol kumpul info, kita runut buktinya. Kita menelusur, tiga atau empat hari sebelum Senin, menelusuri info saksi. Jadi kita ada hari Senin itu mengklarifikasi, nyatanya benar jadi pembangunan taman benar ada. Lantas dikerjakan langsung oleh kepsek dengan dua staffnya,” kata Basman di Bandung, Jumat (19/2).

Ia serta timnya mengamankan beberapa orang yg dikira mengerjakan pungutan liar termasuk juga kepala sekolah bersama beberapa tanda untuk bukti, salah satunya dokumen-dokumen serta hasil pungutan liar itu sebesar Rp 500.000.

“Berjumpa bukti konkret dari dikira aktor ini saya langsung kontak orang saber pungutan liar kota,” tuturnya.

Basman mengemukakan, apabila ada support dari orang berkaitan dengan pembangunan sekolah itu mesti lewat komite sekolah yg di sebutkan dalam Permendikbud nomer 75 tahun 2016.

“Kalaupun ada sumbangan, itu diaturnya di Permendikbud. Jadi sesuai keputusannya mengurus komite sekolah, itu mesti transparan mesti diaudit,” tuturnya.

Sesudah itu dia memberi pesan biar tidak berlangsung hal ini kembali. Meskipun pungutannya termasuk kecil, tetapi apabila tiada henti bisa jadi rutinitas pihak sekolah.

“Pekerjaan inti sekolah kan buat pinter murid-murid, bukan urusin bangunan. Kan ada bapeda, ada yg masalah. Kalaupun ada pengin mendonasikan ditampung melalui komite,” katanya. “Janganlah memandang orang-tua murid jadi mangsa, ini kan mesti di ubah teknik pandang. Ini orang yang perlu dilayani jadi dieksploitasi ini kan rusak,” susulnya. Seperti dikabarkan Pada.

Selain itu, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengakui belum pula dapatkan laporan dengan cara lengkap berkaitan perkiraan pungli (pungutan liar) yg dijalankan Kepala Sekolah SMPN 2 Bandung dan dua orang staf tata usaha.

“Kalaupun memang benar ada keterlibatan orang-tua, sekolah mesti pengaturan dengan komite sekolah. Tidak dapat tak diduga,” kata Yana Mulyana di Balaikota Bandung, Selasa.

Ia mengemukakan untuk sumbangan dana dari orang-tua murid terhadap sekolah mesti lewat komite sekolah, seperti yg dia melakukan saat jadi Ketua Komite SMAN 5 Bandung.

Menurutnya, untuk pihak sekolah di mana juga kudu ikuti ketentuan serta sistem yg laku serta pertolongan itu amat butuh lantaran waktu ini negara belum pula dapat penuhi semua keperluan sekolah.

“Kalaupun ada keterlibatan, bisa. Saat itu tidak mengikat, tidak ada relevansinya sama nilai serta saat ikhlas, ridho itu bisa,” tuturnya.

Terpisah, Pelaksana Pekerjaan (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Hikmat Ginanjar mengemukakan perkara itu udah dikerjakan oleh team Saber Pungutan liar Kota Bandung.

“Tindaklanjutnya seperti apakah, kelak selesai ada rujukan dari Inspektorat jadi Team Saber Pungutan liar Kota Bandung,” kata hikmat.

About admin