Home / Berita Bola / Vichai Srivaddhanaprabha Sangat Di Hormati Di Leicester

Vichai Srivaddhanaprabha Sangat Di Hormati Di Leicester

Vichai Srivaddhanaprabha Sangat Di Hormati Di Leicester – Yg publik tahu Vichai Srivaddhanaprabha ialah bos Leicester City. Namun buat The Foxes dan orang Leicester, Vichai lebih dari sekadar pemilik club.

Mungkin gak banyak yg jelas figure Vichai sebelum Leicester kembali pada Premier League pada 2015. Lumrah mengingat kala Vichai ambil alih pada 2010, Leicester masih tetap bermain di divisi Championship serta telah sepuluh tahun lebih mangkir dari laga paling tinggi.

Vichai ialah seseorang pebisnis papan atas Thailand yg mulai upaya toko bebas cukai atau duty free-shop di Bangkok pada 1989 dengan modal seadanya yg disebut King Power. Perlahan-lahan akan tetapi tentu, upaya Vichai bertambah cepat yg membuat mulai membentangkan upaya ke minimarket yg menyebar di seluruh Thailand.

Atas upayanya yg bertambah cepat itu, Vichai terus memperoleh titel bangsawan dari Kerajaan Thailand pada 2009 sebelum satu tahun setelah itu mengawali usaha baru di lapangan hijau.

Vichai hendak memutuskan beli Leicester pada Agustus 2010 dari pebisnis Milan Mandaric sebelum naik jabatan jadi presiden club pada Februari 2011. Angka 39 juta pound sterling kala itu atau lebih kurang Rp 760 miliar bukan permasalahan buat Vichai yg miliki kekayaan 2, 9 miliar pound, orang paling kaya ke lima di Thailand.

Di pertengahan tahun itu, Vichai ikut merubah nama stadion Leicester dari Walker Tingkat berubah menjadi King Power Tingkat. Disana, dimulailah upaya Vichai membawa kembali Si Ganti kembali pada kasta paling tinggi persepakbolaan Inggris hingga akhirnya terwujud pada 2014 disaat mereka memenangi Championship bersama dengan Nigel Pearson.

Kembali pada Premier League, Vichai coba mengatur team dikit-dikit walaupun upaya itu termasuk berat. Pernah menuliskan start oke, Leicester perlahan-lahan mengalami penurunan mencolok serta pernah berada pada basic classement kala Premier League sebelum pada akhirnya finish urutan ke-14 diakhir musim 2014/2015.

Semusim setelah itu, Vichai hendak memutuskan mencoret Pearson lantaran perkara di Thailand kala sesion pramusim serta mengangkut Claudio Ranieri. Ketetapan ini dia yg terus berbuah peristiwa menakjubkan dalam persepakbolaan Inggris serta terutamanya Leicester. Pada musim 2015/2016, Leicester mengagetkan banyak orang dengan kesuksesan mereka memenangi Premier League.

Cuma miliki koefisien 5000/1 untuk jadi juara, Leicester mematahkan semua perkiraan untuk berjaya di kasta paling atas sepakbola Inggris. Bermodalkan Jamie Vardy, Kasper Schmeichel, Wes Morgan, Robert Huth, serta pembelian seperti Riyad Mahrez, Marc Albrighton, serta N’Golo Kante, Ranieri bisa menggilas semua raksasa.

Tersebut yg lantas membuat nama Vichai tambah harum di kota Leicester lantaran ia sukses mengangkut derajat club yg bukan siapa saja di Inggris. Ditambah lagi Vichai ikut berperan besar melalui bermacam pekerjaan amal serta sosial buat memajukan kota itu.

Satu diantaranya rutinitas unik yg dipraktekkan mulai sejak miliki Leicester ialah ia acapkali membawa biksu untuk memberkati beberapa pemainnya di ruangan tukar sebelum laga kandang. Klenik ini disebutkan jadi fakta kenapa club itu dapat juara Liga Inggris tiga tahun yang kemarin.

” Ia amat sukai tinggal di Inggris serta tertarik pada life-style disana dengan kekayaan yg dimilikinya. Ia cinta minum anggur mahal, ia sukai berjudi, serta sukai olah-raga berkuda, ” kata kepala koresponden BBC Asia Tenggara Jonathan Head dalam suatu kolomnya.

” Ia acapkali tampak bareng keluarga kerajaan, berlaga polo dengan anak-anaknya. Ia amat kagum pada kehidupan kelas atas di Inggris, ” sambungnya.

Ya, Vichai memang tak tinggal di Leicester tapi di London. Ia acapkali mendatangi laga-laga kandang Leicester dengan gunakan helikopternya atau mendatangi Berkshire, tempat dimana ia tempatkan kuda-kuda peliharaannya. Tidak cuman sepakbola serta bridge, balap kuda memang jadi olah-raga favorite Vichai yang lain. Bahkan juga Vichai saat ini ikut miliki sebagian besar saham club lokal Belgia OH Leuven yg beraksi di laga kasta ke dua.

Akan tetapi, siapa duga hobinya melihat langsung di stadion minggu akhir lantas ialah yg akhir kali dapat di jalankannya. Beberapa waktu sehabis pertandingan, helikopter yg dinaiki Vichai serta dua stafnya, alami rusaknya gak lama sehabis takeoff dari dalam stadion serta terjatuh di ruangan luar.

Helikopter sekejap terbakar serta berita lantas dalam waktu cepat menyebar ke semua seluruh Inggris serta dunia. Pernah tak ada kejelasan sebelum pada akhirnya Leicester memberitakan kalau Vichai termasuk juga korban yg meninggal dalam jatuhnya helikopter itu.

Gak hanya sepakbola Inggris, namun semua dunia berduka melepas kepergian satu diantaranya tokoh utama sepakbola. Buat Leicester, Vichai ialah figure dewa penolong yg mengirimkan mereka langit ke-7 selesai memenangi Premier League.

Keluarga mereka amat, amat populer di golongan orang Leicester. Mereka demikian di cintai oleh orang atas layanan mereka pada club serta apakah yg mereka udah melakukan untuk kota ini. Mereka udah membuat kota ini populer di pelosok dunia, ” kata Chairman Golongan Supporter Leicester Cliff Ginetta.

” Mereka telah berperan juta-an pound sterling ke club ini dan semakin banyak kembali uang yg dikasihkan pada rumah sakit lokal di sini dan panti arahan. Mereka selamanya berbagi minum serta pie gratis kala Natal – ya seperti tersebut mereka, ” sambungnya.

Selamat jalan, Vichai!

About admin